May 29th, 2012

Hari ini, biasa saja.
Ke kantor sehabis dzuhur, lalu hanya duduk depan laptop.
Ketika tiba-tiba ada seorang ibu yang menghampiri kantor yang dinaungi sebuah rumah itu.
Salah seorang bertanya, “ada apa bu?”
Sang Ibu hanya menjawab, “mau minta bantuan, siapa tau mau bantu, untuk kekurangan biaya untuk praktek anak.”
Kemudian hening..
Setiap orang di garasi hanya bertatap-tatapan penuh makna yang terkesan malas dan tak acuh.

Lalu salah seorang dari kami memecah suasana, dengan memberikan dua koin kepada teman yang lain untuk diberikan pada si ibu.
Aku dan seorang temanku hanya bertatapan, pikiranku menerjemahkan bahwa arti tatapan itu adalah, “masa cuma segitu?”
Tanpa jeda temanku yang memberikan receh itu lansung menyela tatapan kami, “yang penting ikhlas kan?”

Temanku yang lain akhirnya mengeluarkan selembar uang lima ribu rupiah.
Detik itu hatiku tergerak, ingin membuka dompet dan mengambil selembar dari dua lembar uang Rp. 10.000 yang ada di dompetku.
Tapi tiba-tiba pikiranku melemparkan sebuah ide, “ah gausah dikasih, paling alesan doang. duit lo tinggal dua lembar lagi des. ntar gabisa jajan.”
Dan kinetisku mengikuti apa yang pikiranku perintahkan, diam dan hanya melihat.
Buruk.

Ini buruk.
Sudah lama aku tidak berbagi dengan orang lain.
Dan ketika ada kesempatan, aku malah menyia-nyiakannya.
Untuk apa? Untuk jajan!
Argh! Hina!

Lalu aku pun pergi ke toilet, dan berpikir banyak.
Banyak banyak pikiran melintas.
“Des, parah banget lo. Lo kan masih bisa ngambil duit ke atm. Apa salah nya sih tadi ngasih sepuluh ribu?”
“Ibu itu sampe rela minta-minta dari rumah ke rumah berarti butuh banget! Dia ga akan begitu kalau ga butuh. Ibu itu pasti ngorbanin rasa malunya buat minta-minta cari tambahan uang praktek anaknya, karena ga ada cara lain!”
“Lo lupa? Jaman lo sekolah? Susah! Masih syukur lo a perlu minta-minta untuk keperluan sekolah. Karena lo masih beruntung! Mana wujud rasa bersyukur lo?”
“Berbagi itu, sedekah itu bukan saat lo punya banyak duit aja. Tapi makna sedekah itu berbagi disaat kamu lagi gak berkecukupan!”

AH!
“Kenapa tadi ga ngasih aja yaaa?”
SESAL!
Dan jelas kesal terhadap diri sendiri yang tidak berguna.
:'(

Lain kali..
Kalau mau berbuat baik, ga perlu pikir panjang!
Memang benar kata pepatah, kita akan lebih menyesal pada sesuatu yang tidak kita lakukan, dibanding pada sesuatu yang telah kita lakukan.
Aku hanya bisa mendoakan, agar ibu itu bisa memenuhi kebutuhan sekolah anaknya.
Amin.

Dan perlu kalian tau.
Dua lembar uang yang kupunya itu akhirnya hanya kubelikan bapau yan tidak mengenyangkan, dan sebungkus keripik setan yang banyak mengandung msg dan biji cabe!
Ga sehat, ga guna!
Payah!

Advertisements