Tags

,

June 5th, 2012

Pagi ini berlangsung ceria. Walau seharian banyak hal yang bikin mood tergonjang-ganjing macem roller coaster.
Bahkan sampai beberapa belas menit yang lalu.
Pft~

Siang tadi rasanya pengen meledak!
Tapi akhirnya bisa diantisipasi dengan tidur, walau setelah bangun pun hati tetap sesak.
Tapi yaa lumayan lah yaa, pikiran jadi tenang.

Pikiranku melayang jauh akan rencana nanti malam.
Mengejar kereta malam tanpa pegangan, ya aku masih belum puny karcis.
Dan sekarang waktu menunjukkan pukul 17.00 tepat, 3 jam lagi.
3 jam lagi jadwal keberangkatan kereta malam.
Berarti aku harus sudah berada di statsiun selambat-lambatnya pukul 7 tepat.
Baiklah, ayo packing!
Tapi sampai adzan magrib berkumandang pun aku masih belum merapikan barang-barang bawaanku karena terlalu bersantai sambil berselancar di dunia maya.

18.30
Ahh, akhirnya selesai juga.
Kupandangi carrier-ku yang menjulang tinggi.
Biasanya aku membawa carrier hanya untuk naik gunung.
Tapi terpaksa kubawa dia karena ak harus menyiapkan untuk acara resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Yaa tidak apalah, toh nanti kamu cuma bakal aku taruh di rumah orang yang akan memberiku tempat singgah nantinya.
Walau orang itu belum aku kenal, tapi kita sama-sama hidup dijalan, dia pasti oran yang sopan dan tau tata krama.
Aku pun teringat, belum melengkapi dokumen persyaratan untuk Java Summer Camp, ah~
Ternyata masih banyak yang harus di print!
Ayo cepat~

19.00
Semua siap, ya aku siap.
Aku siap untuk menghilang dan kembali menemukan diriku sendiri.
Aku siap mengenal diriku sendiri lebih dalam lagi di keterasingan.
Aku siap memulai perjalanan ini
Sendiri!
Ya, ke kotamu!
Tahun ini, kali ketiga aku ke kotamu, Yogyakarta.
Namun kali ini merupakan kali pertama aku bepergian sendirian, dan tanpa tujuan yang pasti.
Hanya menunggu kejutan-kejutan yan diciptakan alam semesta untukku disana.

Gaji pertamaku masih belum masuk di atm, ah sudahlah toh besok juga pasti masuk, kan dikirimnya hari ini.
Tapi orangtuaku begitu sibuk, terutama ibuku.
Sibuk akan makan malamku yan belum kukemas untuk bekal perjalanan, sibuk akan roti-roti dan minuman yan ada dirumah, bagaimana kalau nanti aku kehausan atau kelaparan tengah malam?
Sibuk bagaimana nanti kalau aku tidak dapat tiket kereta? Dan sibuk-sibuk lainnya karena sebentar lagi pukul 8 akan menjelang.
Ayahku sibuk bertanya-tanya, bagaimana mungkin aku bisa yakin berangkat tanpa punya pegangan?
Dan yang pling membuatku geli, ayahku bertanya-tanya dengan siapa aku bepergian.
Dengan santainya kujawab, sendiri.
Dia pun langsung banyak bergerutu, sendiri? Apa-apaan? Kalau ga punya tiket dan ga punya temen berangkat ngapain pergi?
Hahahahahaha.
Sejak kamu peduli, ayah? :)
Tapi yang terucap dari bibirku adalah, “Aku butuh ketenangan. Aku butuh menghilang dan menemukan banyak hal-hal baru yang belum pernah aku ketahui sebelumnya.”

Sambil tetap menggerutu dan menceramahi ibuku, dia mulai menyalakan mesin motor.
Kami pun berangkat.
Beruntungnya aku, ayahku tak banyak bicara dengan nada tinggi selama perjalanan.
Karena aku belum mau meledak sekarang!
Aku mau merenung dan meledak nanti.
Saat sendiri di kereta, menatap lekatnya malam di jendela.
Saat hanya ada aku, pikiranku, kenanganku, dan asa-asaku tengah malam nanti, saat orang-orang terlelap dengan bunga-bunga tidurnya.

19.30
Setengah jam lagi!
Ayahku mencari atm, tapi sayangnya tidak ada atm bca di statsiun.
Untunglah ayahku punya cukup uan di dompetnya hanya untuk sekedar membelikanku tiket kereta.
Dan untunglah ketika aku bertanya di loket, masih ada tiket untuk kereta Lodaya Malam.
Ah~
Terima kasih, Tuhan!
Karcis pun di tangan, ayahku pamit pulang dan berpesan untuk segera menghubunginya kalau besok saldo tabunganku masih belum bertambah.

Dengan sigap aku menuju minimarket, membeli air mineral, vitamin c, dan susu kemasan.
Tanpa pikir panjang aku lansung menuju peron, menuju jalur dua.
Ah~
Keretanya jalan!
Pas.
Pas aku memasuki gerbong eksekutif 1 keretanya pun berhenti kembali.
Ah, ternyata tadi cuma maju sedikit.

Sekarang, terduduklah aku di kursi 10D.
Sendiri, bangku sebelahku kosong.
Syukurlah, aku memang sedang ingin sendiri.
Kereta pun berjalan, aku pun mulai tenang.
Pikiran-pikiran dan beban hati yang seharian ini menyiksa pun perlahan menguap.
Tunggu aku ya, aku akan segera tiba, di kotamu.
:)

-AghniaFasza-

Advertisements