Tags

,

Teruntuk, kamu..

Apa kamu merasakan denyut yang sama? Ketika derap langkah mulai membuat jarak yang semakin lama semakin melebar diantara kita.

Apa kenangan dalam hatimu menyeruak hebat dalam benakmu? Ketika akhirnya kegelapan malam mulai menyelimuti kesendirianmu.

Seberapa baik aku mengenalmu? Aku merasa tidak menengalmu sama sekali. Jalan pikiranmu, isi hatimu, masa lalumu atau pun rencana masa depanmu, aku sungguh buta tentangmu.

Hatiku berbeda, kini ia berkembang.

Aku tidak tau mana yang nyata atau hanya halusinasi, tapi aku percaya. Aku percaya, singkatnya kebersamaan kita ini setidaknya membekas sedikit di hatimu. Walaupun nyatanya semuanya menumpuk di leher jenjangku.

Buktinya? Aku tidak punya bukti bahwa aku memang benar-benar tertera di salah satu bilik hatimu. Aku hanya meyakini, bahwa tetap ada satu persen kejujuran dari semua sikapmu padaku, tetap ada yang nyata dari semua buaian kenangan yang kau ciptakan bersamaku.

Aku tahu. Iya hati, aku tahu. Keyakinanku yang tanpa perwujudan bukti hanya akan menciptakan angan semu lainnya, harapan palsu yang baru. Aku tahu kamu lelah, lelah dengan ketidakpastian. Tapi kali ini aku minta kamu tetap bersamaku, menghadapi segala sesuatu yang kita tidak pernah bisa menerka. Bersiap-siaplah kamu, hatiku.

Semua ini hanyalah awal. Kisah fana ini hanyalah tirai pembuka dari drama kehidupan yang akan segera dimulai.

Sampai jumpa, kamu.

-AghniaFasza-
12 Juni 2012 | 21.58 | Lodaya Malam

Advertisements