Tags

“Sudah jam 5 pagi. Ayo kita ke puncak. Menangkap matahari terbit.”

Puncak tidak begitu jauh, hanya sekitar lima menit dari tempat kita berkemah. Sampai puncak, semua pandangan tetap terhalangi oleh kabut tebal.

Bertiga kita hanya duduk di bebatuan puncak Gunung Api Purba itu. Hingga dia pergi, melangkah dan tenggelam dibalik tebalnya kabut pagi. Meninggalkan kita berdua yan teruduk penuh harap menanti sang fajar terlihat mencuat dari balik kabut tebal.

Disinilah, kamu mengawali permainan ini.

Dibalut dengan senyuman manis dan tatapanmu yang memancarkan kata-kata, “Ayo kita bermain rasa!”

Angin berhembus sambil sesekali membawa kabut pergi menepi, dingin. Tapi tetap hangat dengan rasa kasihmu yang baru. Hangat. Kala itu, hangat.

Hanya kita yang tau.

Sepasang mata terus mencuri pandang pada dua insan yang terlena. Kita tak peduli. Sebuah pikiran yang ditumpahkan dalam dunia maya, berkata “hati-hatilah kalian, ini hanya drama!”

Ya, aku sadar dan aku tau konsukuensinya. Tapi pikiranku yang jernih terendam pesona bayang yang kau tawarkan. “Aku mau ikut kamu terbang!”

Hanya kita yang tau.

Tuhan, inikah jawaban dari resahku beberapa hari yang lalu? Bahwa aku akan menghadapi sebuah pertanyaan dan pilihan yang tidak mau menunggu untuk terjawab?

Kalaupun ini salah. Aku senang. Ini cukup. Cukup mengejutkan juga menggembirakan. Terima kasih, Tuhan. :)

Hanya kita yang tau.

Waktu berlalu, sinar matahari mulai tampak, walau kita tidak tau dari mana arahnya. Kita hanya bisa menebak dibalik kabut yang tidak juga mau pergi.

Matahari mulai naik, akhirnya kabut itu tersingkap, tertiup hembusan angin sejuk. Indah! Sungguh! Ini indah! Pemandangan di depan mataku ini indah!

Subhanallah..

Dibalik kabut itu masih ada gunung, masih berupa bagian Gunung Api Purba. Terpisah jurang yang curam, terhalang lembahan yang subur. Hijau. Bebatuan itu hijau subur. Indah!

Alhamdulillah Ya Allah..

Pagi ini hatiku terselubung oleh rasa bahagia. Dengan suguhan karyamu yang indah, suasana hati yan damai, rasa syukur yang begitu memuncak, juga dengan kamu.

Terima kasih Tuhan.

Engkau bawa aku menghilang ke perasingan dan ketidakpastian dan selalu menuntunku untuk menemukan diriku sendiri dan arti hidup yang begitu bermakna, hingga merasuk ke dalam jiwa.

I feel refresh and energized!

Alhamdulillah.. :)

-AghniaFasza-

Advertisements