Tags

Java Summer Camp 2012 yang diadakan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 6-8 Juli 2012 yang lalu mengusung tema “Jogja: Harmony In Diversity” yang merujuk pada keberagaman budaya di Yogyakarta yang harmonis. Tahun ini meruoakan tahun keempat Java Summer Camp diselenggarakan dan taun ini lokasi kemping di Rama Shinta Camping Ground di Kompleks Candi Prambanan, Sleman.

Opening Ceremony

Acara taun ini diikuti oleh 200 peserta dari seluruh penjuru Indonesia serta beberapa peserta asing yang merupakan mahasiswa-mahasiswi program pertukaran pelajar di Indonesia. Acara ini terdiri dari workshop-workshop, outbound, dan cultural night.

Workshop yang pertama adalah Workshop Traditional Dance yang disampaikan oleh Jeannie Park, seorang keturunan Amerika-Korea yang sudah tinggal12 tahun di Indonesia dan menikah dengan seorang keturunan Jawa. Ia mempelajari kebudayaan Jawa,khususnya tari tradisionalnya karena merasa menemukan jiwa dan ketenangan dari menari tradisional yang diiringi musik khas kebudayaan Jawa.

Mrs. Jeannie Park Menarikan Salah Satu Tari Tradisional Jawa

Workshop Culture dari Pak Handoyo menjadi workshop kedua di Java Summer Camp yang menampilkan tentang kebudayaan Tiong Hoa di Indonesia dan sejarah perkembangannya.

Workshop yang ketiga adalah Workshop and Training Batik Jumputan, dimana peserta langsung mempraktekan cara membuat batik jumputan masing-masing. Desain batik jumputan pun bervariasi sesuai kreasi masing-masing individu, dan setiap peserta bisa membawa pulang hasil batik jumputannya sebagai karya seni mereka.

Workshop yang terakhir adalah Workshop Entrepreneurship yang disampaikan oleh Bapak Irwan Hidayat selaku pimpinan dari Sidomuncul. Beliau menyampaikan sejarah Sidomuncul serta perkembangannya, Ia juga memberika saran dan motivasi untuk para peserta dalam bidang entrepreneurship.

Dalam cultural night, peserta menampilkan kebudayaannya masing-masing. Ada yang menampilkan tarian tradisional, menyanyi, hingga menyampaikan sejarah kebudayaan melalui drama teatrikal. Pada cultural night malam kedua, seluruh peserta diajak untuk menonton bersama Sendratari Ramayana.

Sendratari Ramayana

Pada hari terakhir Java Summer Camp 2012, peserta diajak Jogja City Tour. Pertama-tama peserta dibawa berkeliling masuk ke Candi Prambanan, lalu menuju Handycraft Showroom di Disperindagkop Kabupaten Sleman untuk melihat kerajinan-kerajinan tangan karya masyarakat setempat. Lalu ke Situs Candi Kimpulan UII, melihat sebuah candi yang baru ditemukan karena adanya proyek pembangunan perpustakaan kampus.

Setelah itu peserta mengunjungi Merapi Volcano Museum untuk melihat sejarah erupsi Gunung Merapi dan segala hal tentang Gunung Merapi. Peserta lalu menuju Desa Wisata Pentingsari untuk menikmati santap siang sambil diiringi musik gamelan dari warga sekitar, di desa ini dapat terlihat kearifan lokal yang dimiliki oleh warga. Lalu sebagai penutup, peserta disuguhi dengan Volcano Tour ke Kaliurang, tepatnya ke Desa Umbulharjo di lereng Gunung Merapi, untuk melihat jalur lahar dingin dan sisa dari erupsi Merapi di tahun 2010.

Secara keseluruhan acara Java Summer Camp ini sangat menarik dan bagus, karena dapat menjadi wadah untuk para pemuda Indonesia saling berkenalan satu sama lain serta saling bertukar kebudayaan daerah masing-masing. Dengan adanya peserta luar negeri juga dapat menjadi sarana memperkenalkan budaya Indonesia, serta memperkenalkan keramahan dan keindahan alam Indonesia pada dunia. Diharapkan acara Java Summer Camp ini akan terus diselenggarakan secara konsisten dan makin lebih baik lagi.

Written by: Aghnia Fasza

Also published in http://palingindonesia.com/java-summer-camp-2012-memperkenalkan-budaya-indonesia/ and http://www.pekalongankab.go.id/fasilitas-web/artikel/sosial-budaya/2447-memperkenalkan-budaya-indonesia.html

 

Advertisements