Tags

,

Anda baru saja lulus dari sekolah? Atau telah berhasil mengantongi gelar sarjana? Jangan sia-siakan waktu luang Anda dengan melakukan hal-hal yang kurang bermakna.

Untuk mengisi waktu dan sekaligus menambah pengalaman, Anda perlu banyak belajar. Tetapi tunggu dulu, jangan berpikir bahwa belajar harus terpaku di gedung sekolah.

Bila Anda tertarik untuk menekuni dunia entrepreneurship, tidak ada tempat belajar yang lebih baik daripada kehidupan nyata. Dan bepergian dengan menjadi seorang backpacker (bukan turis/ wisatawan) adalah salah satu cara untuk mengasah ketrampilan dan pengetahuan sebagai entrepreneur kelak.

Backpacking asah kemampuan perencanaan

Ini hampir sama seperti membuat business plan. Saat Anda bepergian denganMandiriย sebagai seorang backpacker, Anda harus memiliki persiapan yang matang sebelumnya. Jauh-jauh hari Anda perlu memikirkan apa saja yang perlu dibawa, tempat apa saja yang perlu disambangi, dan sebagainya.

Backpacking pertajam ketrampilan pengaturan keuangan

Seperti saat seorang entrepreneur memulai sebuah usaha, bepergian sebagai backpacker juga memerlukan sebuah ketrampilan dalam mengatur aliran kas sehari-hari. Kecermatan memilih alat transportasi yang diperlukan untuk mencapai kota tujuan dengan biaya yang paling terjangkau bagi Anda juga diperlukan nantinya jika Anda harus memilih alat-alat bisnis, lokasi usaha, peralatan produksi, dan sebagainya.

Backpacking perkuat kecakapan interpersonal

Bersosialisasi dengan baik bahkan dengan orang asing merupakan satu hal yang perlu dilakukan backpacker dengan baik. Ia perlu mengetahui bagaimana caranya berbahasa asing dengan lancar untuk bertanya pada orang di sekitarnya, berkomunikasi dan bahkan berjejaring dengan mereka. Tak hanya ini menambah lingkup pergaulan sosial tetapi juga menambah peluang untuk bekerjasama di masa depan. Kecakapan ini amat vital bagi entrepreneur. Bahkan seorang entrepreneur introverted pun perlu sedikit demi sedikit mempelajarinya agar bisa lebih maju.

Backpacking buat otak encer

Otak seorang backpacker terus dihadapkan pada hal-hal baru. Mereka bertemu dengan rute baru, tempat baru, budaya baru, bahasa baru, dan sebagainya. Banyak hal yang baru yang patut dipelajari dalam waktu singkat. Dan inilah yang memacu otak untuk terus bekerja dan terlibat secara aktif dalam kegiatan fisik kita. Semua rutinitas umumnya membuat otak menjadi lebih tumpul dan kebaruan mempertajamnya. Ketrampilan memecahkan masalah juga dipelajari di dalam menjelajah tempat baru. Bayangkan jika Anda tersesat di sebuah negara atau kota yang tak pernah Anda kunjungi sebelumnya. Mungkin Anda akan bingung dan stres pada awalnya, tetapi tantangan ini membuat pikiran terpacu untuk memecahkan masalah dengan cepat. Anda harus putuskan naik kereta rute A atau rute B, memilih belok ke kanan atau ke kiri. Semua itu juga berkaitan dengan kemampuan mengambil keputusan yang baik.

Backpacking membuat berani ambil risiko

Risk-taking merupakan hal yang tak bisa dihindari dalam bepergian sebagai backpacker. Anda mau tak mau harus mengambil risiko berbagai kemungkinan, baik positif dan negatif. Terutama yang negatif, Anda perlu mengambil langkah antisipatif. Keberanian ini sama dengan satu ciri entrepreneur yang sukses, yakni berani ambil risiko yang terukur. (Gambar: kanikiworld.com/*AP)

Sumber:ย http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/17179-asyiknya-belajar-entrepreneurship-dengan-backpacking.html

Advertisements