Tags

, ,

18 Oktober 2012

Kemarin, aku hanya berdiam diri seharian. Berkutat dengan pikiran akan berantakannya rencana sepekan kedepan. Yaa walaupun aku kesal karena rencanaku untuk hari spesialmu berantakan, tapi aku suka, dan aku pun tau kalau kamu tau aku suka dengan tragedi ini, aku suka kejutan! :D Memang diluar rencana, tapi hal yang diluar dugaan itu selalu lebih menyenangkan dibanding hal yang terencana. Hihi. :)

Dan hari ini, seperti yang sudah diberitahukan kemarin, aku harus bertandang ke ibukota untuk menghadiri briefing Hitching Race di kantor Greenpeace Indonesia pukul 10 pagi. Jam 7 lebih aku berangkat dari rumah menuju pool travel yang telah kupesan semalam untuk keberangkatan pukul 8.

Sesampainya di daerah Surapati, aku pun menuju loket di salah satu pool travel bandung – Jakarta ternama. Sudah jam 8 kurang beberapa menit, dan ternyata aku salah pool! HAH! Mana belum bayar, pasti ditinggalin. Err~ Untunglah ternyata pool travel pesananku hanya berjarak 10 meter dari pool yang salah aku datangi, aku pun bergegas dan tiba di waktu yang benar-benar tepat. Pas sekali ketika travel akan berangkat, jadi ngga ketinggalan deh. :D

2,5 jam kemudian, aku tiba di kantor Greenpeace Indonesia. Sesampainya di salah satu meeting room, disana sudah ada 4 orang. Hanya seorang yang kukenal, Bang Didit, Koordinator Greenpeace Youth Indonesia, sedangkan 3 orang lainnya tidak kukenal. Kenalan sih, tapi lupa nama-namanya, he he. :p

Aku mencari seonggok Bule Kancut yang menjerumuskanku pada Hitching Race ini, tapi tak kunjung kutemukan, yausdahlah..

Penjelasan demi penjelasan berlalu..

Akhirnya, dapat disimpulkan. Acara yang semula berkonsep Hitching Race ini, dimana peserta berlomba-lomba untuk mencapai finish dengan cara hitchhiking, kini berganti judul menjadi Backpack De Borobudur. Karena satu dan lain hal, terutama karena alasan keamanan, konsep hitching pun berganti dengan backpacker, menggunakan kendaraan umum dengan budget seminim-minimnya. Woohoo!

Untuk mencapai Borobudur, kami akan dibagi menjadi dua tim dan akan berlomba melalui jalur utara dan jalur selatan. Tidak hanya melewati kota-kota tersebut, kami mengemban tugas untuk mengunjungi checkpoint-checkpoint yang sudah ditentukan di tiap kota, untuk mencari berbagai informasi yang terkait dengan isu lingkungan yang nantinya kami olah menjadi tulisan dan dipresentasikan sebagai salah satu point penilaian.

Untuk track dan checkpoint setiap jalur adalah sebagai berikut:

Track Jalur Utara: Jakarta – Cirebon (Keraton Kanoman) – Pekalongan (Kampung Batik Kauman) – Batang (Roban) – Semarang (Kota Lama) – Borobudur

Track Jalur Selatan: Jakarta – Bandung (Rumah Seni Tisna Sanjaya) – Garut (Candi Cangkuang) – Cilacap (Teluk Penyu) – Yogyakarta (Keraton Jogja) – Borobudur

Well, dari awal aku memang mengincar menjadi tim jalur utara. Karena jalur utara terkesan asing untukku, walaupun aku sudah pernah mengunjungi Pekalongan dan Semarang beberapa kali, tapi aku buta tentang segala sesuatu di jalur utara. Sedangkan jalur selatan sudah cukup kukenal, Bandung jelas aku hafal setiap sudutnya wong tinggal di Bandung.. :p Garut pun sudah sangat sering kukunjungi, entah itu untuk kuliah lapangan, hiking, kemping, atau bahkan berkunjung ke rumah teman. Yogyakarta juga sering kujamahi, yang membuat aku tertarik dari jalur selatan hanyalan Cilacap, karena aku sama sekali belum pernah mengeksplor Cilacap.

Saatnya pembagian tim! Huha huha.

Dengan metode kocok arisan, kami pun mengambil masing-masing secarik kertas yang sudah digulung dan berisikan jalur mana yang akan ditempuh. Kami pun membukanya bersama-sama, dan.. UYEEEEEE! UTARA! :D :D :D

Ejie pun sama-sama mendapat jalur utara, woohoo, tim utara isinya wonder woman! :D Di tim selatan ada Wawan dan Tian yang baru saling mengenal, sama seperti aku dan Ejie. Untuk tim utara akan didampingi oleh Bule dan tim selatan oleh Aples. Huah~ Ngga sabar! :D

Teman baru, perjalanan baru, petualangan baru! Yihaaaa!

-to be continue-

Advertisements