Tags

, ,

20 Oktober 2012

Besok, start Backpack De Borobudur disepakati jam 6 pagi dari kantor Greenpeace Indonesia, sangat tidak mungkin jika aku mencapai waktu tersebut langsung dari Bandung, sehingga aku memutuskan untuk menginap semalam di kantor Greenpeace. Begitu juga dengan yang lainnya, walau semua berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, tapi kami sepakat untuk sama-sama menginap di kantor. Tapi sebelum aku berangkat ke Jakarta, aku harus menyelesaikan beberapa tanggunganku di Bandung.

Pertama, MOLLI.

Sesaat sebelum jam makan siang aku meluncur ke Kedai Mie Dago, dimana aku telah sepakat untuk bertemu dengan Kang Epul, gegedug Greeners Magazine, untuk sama-sama survey ke Taman Hutan Raya Juanda (TAHURA) atau yang lebih dikenal dengan Dago Pakar untuk MOLLI 2012. Sesampainya di Kedai Mie Dago, Kang Epul masih menunggu kedatangan Teh Bonita dari arah Ledeng, sehingga aku memesan makanan terlebih dahulu. Kang Epul? Jangan ditanya.. Dia sih udah abis dua porsi! :p

Aku memesan Yamin Manis Spesial dan Jus Markisa. Yaminnya enak, mie di Kedai Mie Dago ini khas dan enak, harganya pun bisa dijangkau oleh kalangan mahasiswa, kalau ke Bandung harus coba! :D Tapi untuk basonya sih biasa saja dan yang mengecewakan adalah pangsit kuahnya yang keras, padahal itu favoritku. :( Jus Markisanya pun sangat mengecewakan, aku membayangkan warna dari Jus markisa yang oranye dan menyegarkan, tapi yang ada justru warna pucat dan tekstur jus yang encer dan terlalu banyak gula, sehingga rasa Markisanya tidak terasa. Ahh, rindu Es Markisa buatan Ibu rasanya, tapi sayang, sang markisa yang segar dan nikmat belum kunjung ranum untuk dipetik. :|

Yamien Manis Spesial – Kedai Mie Dago

Sambil aku menghabiskan makananku, Teh Bonita pun datang dan tak berapa lama kami langsung meluncur menuju TAHURA. Sesampainya di TAHURA kami langsung menuju spot-spot yang akan dijadikan venue di MOLLI 2012 nanti, juga mengecek mess yang akan dijadikan basecamp untuk para peserta yang dari luar kota. TAHURA siang itu ramai, karena weekend jadi wajar saja banyak yang berakhir pekan kesini. Entah itu hanya untuk piknik dan bersantai dibawah pepohonan rimbun, berfoto-foto, ataupun trekking ke Air Terjun Maribaya yang dapat ditempuh kurang lebih satu jam berjalan kaki.

Taman Hutan Raya (TAHURA) Juanda

Setelah selesai semua urusan di TAHURA untuk MOLLI, aku pun bergegas kembali pulang ke rumah untuk packing, karena keberangkatanku ke Jakrta hanya tinggal dua jam lagi. Sesampainya di rumah, ternyata aku belum bisa packing, masih ada satu lagi tanggungan yang harus aku selesaikan.

Kedua, TIP TOP.

Pekerjaanku sebagai Activation Manager di salah satu Digital Brand Activation Agency, menuntutku untuk selalu akrab dengan sosial media. Yah, mungkin aku akan menceritakan tentang pekerjaanku di lain waktu. :) Kali ini, karena sang admin dari @TipTop_ID berhalangan untuk mengumumkan pemenang kuis kemarin, dan partnerku pun sedang berjauhan dengan laptop, jadi aku yang bertugas untuk back up. Sayangnya, ternyata tugasku bukan hanya untuk anouncing, tapi juga konfirmasi pemenang dan lain sebagainya. Hal ini telah menyita satu setengah jam waktuku sehingga yang tersisa hanyalah setengah jam untuk packing sebelum keberangkatan pukul 16.30 ke Jakarta.

16.30

Huah! Aku baru selesai packing! Haaaaaaaaa.. Ga mungkin terkejar travel yang keberangkatan sekarang, belum macet dijalan, mana malam minggu lagi. :| Akhirnya aku pasrah dan kembali ke layar laptop, untuk hunting jadwal keberangkatan travel ke arah Tebet. Setelah lama mencari-cari, keberangkatan terdekat hanya ada di jam 8 malam. Ahh.. Kemaleman. :| Otakku langsung memberikan banyak spekulasi, ditambah awamnya aku akan Jakarta. Karena belum mau menyerah dengan informasi yang kudapat di internet, sehabis magrib aku berangkat ke arah Dipati Ukur. Disana banyak pool travel, jadi pasti aku bisa langsung cek keberangkatan tercepat ke Tebet dari Bandung.

Baraya Travel. Pool pertama yang aku kunjungi ini tampak sepi, sehabis turun angkot aku langsung mendekati loket, ternyata benar seperti yang ada di internet, keberangkatan terdekat hanyalah jam 8 malam. Aku pun keluar dari pool Baraya dan berjalan ke arah Simpang Dago.

Cipaganti. Disini aku hanya masuk dan melihat papan tujuan travel. Ngga ada yang ke arah Tebet. Aku pun langsung keluar dan kembali berjalan.

Day Trans. Aku langsung bertanya untuk ke arah Tebet. β€œOh, kalau ke Tebet berangkatnya dari Cihampelas, Mba.” Sahut ticketing staff Day Trans dengan ramah. Aku pun keluar dan langsung naik angkot ke arah Cihampelas.

Cihampelas macet parah! Err~ angkot yang kunaiki pun berbelok di Gandok, tidak turun hingga Cihampelas seperti biasanya. Yasudahlah, aku jalan saja, lebih cepat juga daripada naik angkot.

Aku berjalan cepat di trotoar sempit yang telah habis oleh pedagang kaki lima. Sesekali berjalan di aspal, berebut jalur dengan para pengendara kendaraan bermotor. Aku suka sekali jalan, yang aku tidak suka itu tidak ada fasilitas yang nyaman bagi pejalan kaki. Berjalan di trotoar tidak bisa, berjalan di jalan harus bersaing dengan para pengendara bermotor yang tidak mau mengalah. Dengan penuh waspada aku berjalan sambil menggendong daypack hitam yang sudah setia selama 6 tahun menemani perjalananku dan drybag yang kupanggul di pundak kananku yang berisi hadiah untuk kamu. :)

Xtrans. Ciwalk mulai tampak. Pool travel pertama yang kulihat adalah Xtrans, yang berada tepat diseberang Ciwalk. Aku bergegas menuju Xtrans, dan keberangkatan terdekat adalah pukul 19.45 itupun ke Pancoran, bukan Tebet. Jam di handphoneku menunjukkan pukul 19.05, menunggu selama 40 menit tidak masalah bagiku, daripada harus pusing mencari travel lain, lagipula Pancoran tidak begitu jauh dari Tebet.

Aku berniat menghabiskan waktu dengan kulineran. Tapi semua tempat penuh, ingin ke Kedai Lingling rasanya terlalu jauh, takut tertinggal travel. Ingin masuk ke Ciwalk tapi rasanya terlalu banyak orang, sudah pasti gayaku malam ini menjadi pusat perhatian orang-orang yang bermalam minggu dengan dandanan rapi. Aku berjalan-jalan ke sekitar situ, aku menemukan cafe sepi ditengah-tengah warung-warung ramai di daerah Cihampelas. Ketika sudah masuk aku baru mengetahui ini adalah Warung Laos, hmm.. rasanya sering dengar.

Warung Laos – Tempatnya emang cozy sih..

Salah satu waitress datang mendekat dan memberiku daftar menu. Wew oh wew. Mahal-mahal cyiiiiinnnn~ Uangnya sih ada, tapi kalau kata orang jawa, eman-eman buat yang kaya beginian doang. Setelah memutar mata, pilihanku jatuh pada Sunset Beach yang nampak segar. Aku menghabiskan minumanku sambil bermain laptop, apalagi kalau buat monitoring si paling paling. :p

Waktu menunjukkan pukul 19,40, aku segera membayar dan kembali ke pool Xtrans. Tidak berapa lama travelku berangkat, tepat waktu. Hanya ada dua orang di dalam travel, aku dan seorang yang tampak seperti ibu-ibu muda. Pak Supir pun menginjak pedal gas, aku mengatur posisi jok dudukku sedemikian rupa hingga nyaman, kupasang earphone yang sudah tersambung ke handphoneku, aku menarik nafas panjang dan bersandar sambil memiringkan kepala ke jendela.

Petualangan baru, aku datang!

-to be continue-

Advertisements