Tags

, , ,

Tahun baru?

Ya, momen ini memang dijadikan ajang untuk bersuka cita dan merayakannya penuh gempita bersama teman-teman, keluarga, ataupun sendirian.

Aku tidak sendirian di tahun baru kali ini, untungnya tidak, tidak juga sendirian di tahun-tahun sebelumnya. Namun, keputusanku untuk tidak merayakan tahun baru bersama teman-teman dianggap ‘tahun baru sendiri’ oleh dunia pergaulan.

Di pergantian tahun baru ini aku hanya duduk di depan layar televisi dengan hiruk pikuk keluargaku, mendengar suaramu di seberang sana dengan rindu. Rindu yang berubah menjadi sendu ketika semua rencana kita hancur berantakan hanya karena selembar tiket perjalanan yang gagal aku dapatkan. Hhh, kenapa orang-orang harus bepergian juga sih di tanggal ini? Kenapa kota kita itu jadi kota tujuan wisata sih? Tapi sudahlah, ini kan seninya kita. Walau sebenarnya masih bebal dengan harapan, harapan tentang kerang, kepiting, deburan ombak, dan pasir pantai bersama keluargamu di pantai kecil yang tidak terjangkau sinyal selular,

Malam tahun baru yang riuh dengan sautan kembang api di langit Bandung pun menghantarkanku terlelap tanpa sadar, dan meninggalkan kamu tersadar di tengah Pulau Jawa sana.

Pagi hari, hmm bukan pagi bagi manusia-manusia normal, tapi bagiku cukup pagi, aku bergegas mengemas barang-barangku. Backpack yang kubawa tetap backpack yang sama yang selalu kubawa kemanapun aku berkelana, yang beda kali ini adalah isinya. Isinya tidak lagi kaos-kaos oblong ataupun jeans-jeans lusuh yang selalu kukemas menggulung agar memberi ruang lebih banyak di dalam backpack, kali ini isinya kemeja-kemeja rapi dan celana-celana bahan, alas kaki yang kugunakan pun tidak lagi sendal gunung yang nyaman dipakai berjalan selama apapun, kini yang kupakai adalah sepasang flatshoes lusuh yaang ternyata telah menjadi satu-satunya flatshoes yang kumiliki. cih!

Aku pun bingung, masih tak sadarkan diri, kenapa aku piilih jalan ini. Walau ragu dan cemas akan beberapa bulan kedepan yang akan kuhadapi, aku tetap melangkah dengan lemas dan berangkat menuju ibukota sore itu.

I already miss you, Bandung..

Advertisements