Tags

, ,

Aku terbiasa dengan pengorbananmu untuk mencapai hari ketujuh setiap bulan bersamaku.
Tapi kini kamu menyerah, langkahmu terhenti di hari keempat.
Bahkan semenjak hari ketiga pun kamu mulai perlahan mundur.
Perlahan bertolak untuk kembali pulang.
Kali ini semua sangat merindukanmu.
Bukan hanya keluargamu, tapi juga pekerjaan dan tanggung jawabmu.
Aku pun merindukanmu.
Rindu akan saatnya tiba lagi untuk kembali bertemu.
Walaupun secara nyata kamu masih ada dihadapanku.

Ya, mudah-mudahan saja kamu ingat.
Mudah-mudahan saja kamu tidak sengaja melewatkannya.
Aku tunggu di hari ketujuh bulan depan. :)

Advertisements