Tags

8 tahun perjalanan, 8 tahun berkontribusi untuk bumi dalam meyebarluaskan informasi lingkungan teraktual. Dalam peringatan 8 tahun perjalanan Greeners Magazine ini, Greeners memperingatinya dengan melakukan perjalanan ke 8 puncak gunung di Pulau Jawa, dan melakukan penanaman terumbu karang di Kepulauan Seribu. Peringatan 8 tahun perjalanan ini dinamakan Greight Journey. Greight Journey tidak hanya sekedar mengenang perjalanan dari semenjak Greeners Magazine menerbitkan edisi pertamanya, namun juga suatu kebanggaan telah melewati perjalanan hebat dan akan terus berkarya untuk bumi.

Beruntungnya saya, saya diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari Greight Journey ini. Saya berkesempatan untuk mengamati proses perjalanan kedelapan tim dalam mencapai 8 pncak gunung, dan saya juga berkesempatan untuk ikut langsung menanam terumbu karang di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada hari Minggu, 7 Juli 2013.

Perjalanan saya dimulai tepat jam 00.00 di tanggal 7 Juli 2013. Malam itu saya sudah siap menunggu kedatangan kereta Serayu Malam di Stasiun Kiaracondong Bandung, kereta yang akan membawa saya mendekati Pelabuhan Muara Angke, Jakarta. Setelah memasuki peron, petugas menginformasikan bahwa kereta saya akan sedikit terlambat. Sambil menunggu kereta tiba, saya duduk di pinggir peron. Memperhatikan orang-orang yang juga sedang menunggu kereta. Ada sekeluarga yang menunggu kereta jam 6 pagi tapi sudah ada di stasiun dari tengah malam, ada penumpang yang salah jadwal kereta sehingga tidak diperbolehkan masuk peron, dan lain sebagainya.

Kereta Api Serayu Malam (Doc: Tiket.com)

Akhirnya Serayu Malam pun memasuki Jalur 3 Stasiun Kiaracondong. Saya pun mulai melangkahkan kaki mendekati kereta, mencari gerbong 1 dan kemudian melangkah masuk ke dalam kereta. Kaki saya berhenti setelah menemukan kursi 17D, saya duduk disamping ibu gemuk yang tertidur pulas didekat jendela kereta. Saya pun mengeluarkan earphone dan mulai memutar lagu, mendekap ransel dan menutupi mata dengan kerudung. Kereta melaju dan saya mencoba beristirahat agar punya cukup stamina untuk aktivitas besok.

Sekitar jam 5 pagi, kereta memasuki Stasiun Jakarta Kota. Dengan masih mengantuk saya keluar kereta dan duduk di ruang tunggu. Setelah sedikit segar saya beranjak ke kamar mandi untuk cuci muka dan kemudian melangkah meninggalkan stasiun. Saya berjalan sedikit ke arah Bank BNI dan menghentikan taxi yang melintas. Saya buka pintu dan berkata, “Ke Muara Angke yaa, Pak.” Saya pun terlarut dalam lamunan pemandangan Kota Jakarta di pagi hari yang sepi tanpa macet.

Amis. Bau itu yang pertama kali saya cium ketika sampai di Muara Angke. Bau amis yang menusuk hidung dan jalanan yang merupakan khas Muara Angke. Walaupun tempat ini tidak tertata dengan baik, tapi ribuan wisatawan selalu kembali lagi kesini ketika mereka ingin menyegarkan pikiran ke salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Saya pun menuju pom bensin dan menghubungi Bonita, ternyata saya yang pertama tiba disini.

Suasana di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta. (Doc: pulauseribu.co)

Setelah duduk cukup lama, Bonita kembali menghubungi saya bahwa tim dari Bandung akan datang terlambat sehingga saya harus mencari kapal untuk disewa nanti. Apa? Tim dari Bandung? Tau gitu barengaaaaaaaaaannnn! -_- Tapi sudahlah, kalau barengan saya ngga akan pernah tau rasanya perjalanan sendirian dengan kereta api ke Jakarta, lagipula seru kok!

Setelah berhasil melobby kapal yang akan mengangkut kami nanti ke Pulau Pramuka, saya kembali terduduk di pelataran pom bensin. Tak lama ada sekelompok orang yang menghampiri, ternyata mereka anak-anak Atmajaya yang biasa menjadi volunteer untuk Greeners Magazine. Lumayan ada temen ngobrol sekarang. :D

Singkat cerita, semua tim telah berkumpul dan kapal pun telah tiba menjemput, kami mulai berlayar menuju Pulau Pramuka bersama Kapal Inayah milik Pak Zul. Karena gelombang cukup tinggi hari itu, kapal seringkali terasa oleng dan membuat mual. Setelah 3 jam berlayar tibalah kami di Pulau Pramuka. Sesampainya disana kami langsung menyantap makan siang. Pak Ismail dan tim yang akan mendampingi kami menanam terumbu karang menyambut kami dengan ramah. Setelah selesai makan, kami besiapdan bergegas kembali menuju kapal untuk pergi ke spot penanaman.

Penanaman berlangsung lancar. 16 terumbu karang ditanam di lautan, beserta prasasti angka 8 sebagai simbol Greight Journey. Prasasti angka 8 ini juga berperan sebagai sbstrat atau media penananman terumbu karang, semoga terumbu karang yang reeners Magazine tanam di Pulau Pramuka ini dapat tumbuh dengan baik dan dapat menjadi rehabilitan bagi kondisi terumbu karang di Pulau Pramuka. Selesai penanaman terumbu karang, kami bergegas membilas diri alakadarnya dan berganti baju kering tanpa mandi. Bukannya jorok, tapi waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Nahkoda Kapal Inayah telah mengingatkan kami untuk bergegas kembali pulang karena ombak terpantau kurang bersahabat.

Penanaman 18 Terumbu Karang di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Indonesia. (Doc: Greeners Magazine)

Benar saja,baru berlayar sekitar 10 menit saja kapal kami diombang-ambingkan oleh ombak yang tinggi. Kami terpontang-panting di dalam kapal, ombak berhamburan masuk kedalam sehingga awak kapal segera menutup jendela kapal dengan terpal. Salah seorang dari kami mulai jackpot, saya yang tidak pernah mabuk laut pun mulai merasakan mual karena goncangan ombak, akhirnya semua dari kami memutuskan untuk tidur agar tidak merasa pusing.

Saya terbangun dan langit sudah gelap, kapal seluruhnya gelap yang tampak hanya cahaya gedung dan kapal-kapal nelayan di kejauhan. Muara Angke tinggal sebentar lagi, omak juga sudah tidak sebergelombang saat kami berangkat. Pemandangan malam itu sungguh indah, gelapnya malam dan luasnya lautan dihiasi rona cahaya dari daratan.

Kami berlabuh sekitar pukul 8 malam. 4 jam kami mengarungi lautan, karena ombak sangat tinggi kapal kami berjalan lebih lambat dari biasanya. Kami pun saling bersalaman dan berpamitan, sebelum akhirnya berpisah untuk kembali pulang ke rumah masing-masing

Saya, Kang Iso, Kang Entis, dan Kang Jawa beserta anak istrinya pulang bersama ke Bandung, jam 12 malam lebih saya tiba di depan rumah. 24 Jam sudah perjalanan saya dalam Greight Journey bersama Greeners Magazine. Perjalanan singkat namun sangat bermakna dan semoga memberikan banyak manfaat untuk bumi. :)

Advertisements