Tags

, , , ,

Menceritakan Kepulauan Seribu memang tidak ada habisnya. Gugusan pulau-pulau di utara Ibu Kota Jakarta ini selalu membuat kita ingin kembali lagi dan lagi. Kali ini, saya berkesempatan untuk melakukan perjalanan ke salah satu pulau di Kepulauan Seribu bagian utara, Pulau Perak.

Saat orang lain mulai tertidur, saya dan ketiga pasang kaki teman saya mulai melangkah untuk mendekati Kepulauan Seribu. Kota kami yang berjarak 150km dari Kota Jakarta, membuat kami harus berangkat dini hari untuk mencapai Muara Angke di pagi hari agar tidak ketinggalan kapal. Kepulauan Seribu memang merupakan destinasi laut terdekat bagi kami, karena kota kami yang dikelilingi gunung dan tidak memiliki pantai.

Pagi hari, kami tiba tepat waktu di Pelabuhan Muara Angke dan berlayar bersama KM Dolphin berlayar menuju Pulau Harapan selama 3 jam. Sesampainya di Pulau Harapan, kami masih harus menaiki kapal kayu kecil untuk mencapai Pulau Perak, namu perjalanan laut menuju Pulau Perak kali ini cukup ditempuh dalam waktu 30 menit dari Pulau Harapan.

Perjalanan menuju Pulau Perak dari Pulau Harapan sambil menikmati makan siang diatas kapal

Sesampainya di Pulau Perak yang terletak di Kepulauan Seribu Bagian Utara ini kami langsung mencari spot yang pas untuk membangun tenda. Setelah tenda dibangun, kmai langsung berganti wetsuit dan mempersiapkan longfin untuk mulai megeksplor keindahan bawah laut Pulau Perak dengan freediving.

Saya dan keempat teman saya mulai berenang dari tepian pantai, sementara kesebelas teman kami yang lain masih asik berfoto-foto di pantai Pulau Perak yang berpasir putih dan memiliki pemandangan yang cantik, sambil menunggu kapal yang akan mengantarkan kami untuk island hopping.

Ternyata karang di tepian Pulau Perak sangat dangkal, hanya berjarak sekitar satu meter kurang, bahkan ada yang hanya berjarak 20cm dan banyak Bulu Babi! Bulu Babi di Pulau Perak ini agaknya cukup menyeramkan, warnanya hitam pekat, duri-durinya terlihat lebih tebal dan panjang, serta ada titik-titik merah di badannya, bikin merinding pokonya kalau deket-deket!

Menelusuri keindahan bawah laut Pulau Perak

Setelah cukup lama explore underwater Pulau Perak, kami berniat untuk kembali menepi ke pantai. Baru mulai mengayuh fin menuju tepi pantai, ada kapal yang mendekati kami. Ternyata itu kesebelas teman kami yang akan berangkat hopping island untuk snorkeling. Mereka pun berteriak, “Ayo sini naik!” Kami pun mengayuh kaki katak kami kearah kapal dan mulai berlayar bersama.

Gusung

Gusung merupakan spot pertama yang kami kunjungi, spot ini berada tidak jauh dari Pulau Perak. Spot ini merupakan hamparan pasir tanpa terumbu karang dengan ketinggian air hanya sekitar satu meter lebih. Well, kami berempat sih berusaha mengexplore saja, dan benar tidak jauh dari situ ada sebuah palung yang terdapat beberapa terumbu karang dengan banyak ikan! Yeay! Kami berempat sibuk keluar masuk kedalam air dengan satu nafas, sementara teman-teman kami yang bersebelas heboh protes ke guide kapal kami karena spot itu tidak ada terumbu karangnya.

Ceria bersama di Gusung Perak

Walau tidak ada terumbu karang sama sekali, spot ini cukup bagus untuk yang baru pertama snorkeling. Mereka bisa belajar berenang dan belajar menggunakan alat snorkeling disini, sehingga bisa lebih tenang dan beradaptasi dengan lautan.

Pulau Bintang

Pulau yang biasa disebut dengan Pulau Melintang oleh warga pulau ini disebut Pulau Bintang karena terumbu karangnya yang cantik dan banyak Bintang Lautnya! Lucu banget pokoknya, bisa bikin makin betah tahan nafas dalam air! :D

Menyelam bebas di Pulau Bintang

Eits, tapi jangan coba-coba pegang Bintang Laut ini ya! Meskipun lucu, tapi Bintang Laut ini menderita loh kalau kamu pegang dan kamu keluarkan dari dalam air. Ditambah lagi di Pulau Bintang ini banyak banget Karang Api. Karang Api ini kalau tersentuh akan memberikan sensasi terbakar pada kulit dan bisa bikin kulit melepuh, jadi kalian harus berhati-hati. Karang Api ini memiliki berbagai macam bentuk, tapi yang paling sering dijumpai dia berbentuk kubah yang terbentuk dari karang-karang ramping yang rapat dengan ujung karang yang berwarna kuning.

Ngga mau kan lagi seru-serunya snorkeling terus kulit melepuh gara-gara kena Karang Api? Jadi jangan coba-coba pegang yaa, biasanya guide akan mengingatkan kita kok. Bukan cuma Karang Api yang jangan coba-coba dipegang, tapi semua karang! Terumbu Karang itu hewan yang rapuh, kepegang sedikit aja bisa-bisa patah, dan untuk tumbuh kembali dia butuh waktu bertahun-tahun bahkan kalau Terumbu Karang tidak kuat, dia bisa mati. :(

Pulau Kayu Angin

Matahari mulai turun perlahan, kami pun kemudian bersandar di Pulau Kayu Angin. Pulau tak berpenghuni dengan pasir putih dan warna laut yang biru kehijauan menjadi tempat yang tepat untk menikmati momen senja disini. Kami pun bersantai di pantai sambil menikmati pemandangan. Kami melewati senja sambil berfoto-foto dan menikmati keindahan alam dengan bersantai di pantai.

Senja di Pulau Kayu Angin

Kembali Ke Pulau Perak

Matahari telah terbenam, kami pun kembali ke Pulau Perak. Sesampainya di Pulau Perak kami semua berniat untuk mandi, namun pengunjung Pulau Perak yang hari itu cukup banyak dengan kondisi kamar mandi yang hanya ada satu dan berupa sumur yang harus ditimba terlebih dahulu, membuat kamar mandi jadi super ngantri! Akhirnya kebanyakan dari kami menyerah dan memilih untuk tidak mandi. Tapi masih ada juga yang berjuang demi raga yang bersih malam itu.

Seharian main di laut, perut pun lapar. Waktunya makan malam! Guide kami sudah menyiapkan nasi dan ikan sebagai lauknya. Ikannya ngga nanggung-nanggung, Kakap Merah 2,5 kg yang super besar banget, Tenggiri, Baronang, dan Ikan Bawal. Sambil membakar ikan, kami pun sudah menyiapkan baso dan sosis buat dibakar juga, sementara yang lain menyiapkan sambel kecap sebagai penambah selera.

Sajian pun siap! Ikan bakar yang banyak banget itu pun ludes seketika disergap oleh kami semua yang kelaparan. Rasanya nikmat sekali makan malam dengan ikan laut bakar di tepi pantai sambil ditemani deburan ombak dan langit malam yang cerah dan indah, bersama teman-teman yang menyenangkan. :’)

Selesai makan, kami pun berkumpul dan berbincang-bincang bersama sambil saling mengenal satu sama lain lebih jauh. Tak terasa waktu pun menunjukkan pukul 11 malam, dan akhirnya kami pun mulai tertidur.

Keesokan paginya mata langsung dimanjakan dengan pemandangan sunrise di depan mata yang luar biasa indah! Matahari tampak perlahan naik di depan mata saya, memantulkan sinarnya yang masih malu ke laut dan menciptakan gradasi yang indah, disertai awan yang cerah. Sungguh memukau mata dengan kilauan sinarnya yang cantik. Ahh.. Walaupun spot kami berkemah berapa di belakang Pulau Perak, but this is the best spot ever!

Menikmati pagi di pantai depan tenda di Pulau Perak

Setelah menikmati pagi yang berkilau di Pulau Perak, sekitar pukul 8 kami mulai berkemas untuk kembali pulang ke realita kehidupan. *hiks!*

Sebelum kembali ke Pulau Harapan, kami mampir dulu ke Pulau Panjang untuk sekedar berfoto-foto. Pulau Panjang merupakan pulau pribadi dengan satu resort yang berdiri diatasnya. Pulau ini sedang kosong saat kami kunjungi, dan saya memilih diam di dermaga saja dan tidak mengelilingi pulau.

Di dermaga Pulau Panjang

Setelah itu kami juga mengunjungi Pulau Kelapa 2 untuk melihat penangkaran penyu. Penangkaran penyu ini biasanya diisi dengan tukik-tukik (anak penyu) yang baru menetas dari telur penyu. Tapi saat itu ada seekor penyu yang cukup besar tapi ditaruh di kolam yang sangat sempit! Selain itu banyak yang mengangkat-ngangkat si penyu hanya untuk foto bareng. Padahal si penyu dari awal dipegang aja udah keliatan ketakutan. :(

Saya coba mengingatkan teman saya dengan mengatakan, “Gausah diangkat-angkat gitu, kasian Penyu-nya.” Tapi mereka malah berdalih, “Kapan lagi foto bareng Penyu!” Errrr.. Bahkan penjaga penangkaran pun mengiyakan dengan mengatakan, “Gapapa kok asal jangan lebih dari 2 menit.” Tidak hanya teman-teman saya, tapi juga rombongan lain tidak berprikemakhlukhidupan, bahkan pada tukik yang masih bayi dan kerapasnya masih rapuh itu. :'(

Ini jangan ditiru yaa, kasian penyunya :(

Sebelum meninggalkan Pulau Kelapa 2, saya kebelet buang air kecil! Akhirnya saya melihat mesjid di dermaga pulau dan bertanya terlebih dahulu kepada warga, katanya sih boleh dicoba aja. Pas saya ke toiletnya memang sempit dan gelap sih, mungkin ini yang katanya boleh dicoba aja. Saya baru sadar ketika sedang di dalam toiletya, ternyata ada Ikan Pari yang sedang diawetkan! Aaaaa.. Saya buang air kecil sambil diliatin sama Sting Ray yang tersungkur dipojokan toilet, sensasinya luar biasa!

Sampai di Pulau Harapan KM Dolphin sudah menanti, saatnya pulang! Dadah pulau, dadah laut, dadah alam, kita pasti bakal ketemu lagi secepatnya! :)

Mau liat video perjalanan kami selama di Pulau Perak? Klik link dibawah ini ya! :D

https://vimeo.com/70098024

x

Advertisements