Cuaca yang buruk bikin sekumpulan manusia-manusia air terhalang untuk melaut, terutama akibat Si Angin Barat yang bikin gelombang laut meninggi ngga karuan. Tapi hasrat ingin menyelami keindahan lautan Indonesia tidak lagi dapat terbendung, jadilah aku dan teman-teman Bandung Freediving lainnya memutuskan untuk mengobati kesakauan kami akan lautan di akhir bulan Januari 2014 ini.

Setelah kebingungan memilih destinasi akibat faktor cuaca, berdasarkan ramalan cuaca dan tingginya gelombang laut akhirnya keputusan jatuh menuju salah satu sudut di barat Pulau Jawa, Tanjung Lesung!

Tapi..

Aku dan teman-teman lainnya memiliki budget terbatas, kami hanya ingin mengeluarkan biaya sebesar 200.000 Rupiah. Tidak lebih, dan kalau bisa kurang ya jauh lebih baik. :p

Kendalanya, sepengalamanku satu-satunya spot di Tanjung Lesung untuk freedive hanyalah di Beach Club. Dan.. untuk masuk ke Beach Club per orang dikenakan biaya 50.000 rupiah, yang mana bakal ngebengkakin budget kami yang dibatas-batasin itu. Bisa sih gratis, tapi harus nginep di villanya yang gatau segimana mahalnya atau pake tipu muslihat.

Hmm.. Tapi salah satu teman kami yang merupakan salah satu Jawara Banten menenangkan kami. Dia meyakinkan kami kalau dia tau spot yang gratis tanpa tiket disana. Baiklah~

Hari yang dinanti pun tiba. Kami berjanji untuk berkumpul di rumah Aina jam 5 sore. Kenyataannya? Jam 9 malam! Dan berangkat menuju Jakarta nyaris tengah malam. Padahal kami pun janjian dengan pasukan dari Jakarta jam 11 malam di Slipi Jaya. Haha.

Alhamdulillah perjalanan berjalan lancar, tapi juga mencekam. Karena kami berangkat dari Bandung bersepuluh tapi hanya dengan 1 mobil. Kebayang kan gimana sumpeknya di mobil? Ditambah ngga bisa tidur gara-gara Bona ributnya minta ampun.

Jam 2 pagi kami akhirnya bertemu dengan pasukan Jakarta di Cawang. Lalu berbarengan berangkat menuju Tanjung Lesung lewat Serang.

Mentari pagi itu menyapa kami dengan kehangatannya. Kami beristirahat sejenak untuk mencari sarapan. Tapi aku dan Fakhril juga Prem memilih untuk melewatkan sarapan kami, dan menikmati mimpi indah kami dengan nyenyak karena semalaman belum tidur.

Setelah yang lain selesai sarapan, kami langsung menuju Tanjung Lesung. Mobil kami mengarah ke arah BeachClub, namun Baduy tetap meyakinkan kami kalau disana ada spot gratis. Lalu mobil pun mengarah ke arah rerumputan tinggi dan pantai yang sepi, hanya ada satu warung disana dan beberapa orang yang mancing di tepi pantai karang.

Ternyata, Baduy sedang mencoba menghubungi pemilik Tanjung Lesung Beach Club yang ternyata seorang Spearfisher juga. Setelah satu jam kami bersantai di warung, kami pun menuju BeachClub karena sudah diperkenankan buat masuk ke Beach Club GRATIS! :D

Sesampainya di Beach Club kami disambut oleh Om Rocky, dan tanpa berlama-lama kami pun langsung menyelami lautan Tanjung Lesung yang terkenal dengan Green Coral-nya. Walaupun visibility hanya sekitar 40% saat itu, tapi kami sangat kegirangan karena akhirnya bisa menyelam lagi di laut.

Akhirnya Si Razor tersayang kena air laut lagi! :’)

Visibility yang minim

Walau butek, tetep ketemu banyak Anemon dan Clown Fish dimana-mana :D

Setelah merasa lelah, kami naik kembali ke pantai. Perut mulai merasa lapar. Sebenarnya kami ingin memasak bahan-bahan makanan yang telah kami bawa dengan trangia, tapi kami tidak enak dengan Om Rocky yang telah sangat baik memberikan berbagai fasilitas pada kami, akhirnya kami pun memesan makanan di restoran.

Selesai makan, Om Rocky kembali menyapa kami dan mengajak kami berkeliling areal Beach Club yang luas. Ternyata di sebelah barat Beach Club ada kapal karam (Wreck Ship) yang bisa dijadikan spot freedive, kedalamannya pun hanya sekitar 3 meter menurut Om Rocky. Setelah selesai berkeliling, kami pun kembali menyelam di spot yang sama seperti sebelumnya, namun lebih jauh dari sebelumnya. Kami menikmati sunset yang indah sambil terombang-ambing ombak lautan, namun dengan visibility yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Jalan-jalan keliling Tanjung Lesung Beach Club

Setelah senja semakin turun di ufuk barat, kami pun naik kembali ke pantai dan mandi. Om Rocky menawari kami untuk menginap, tapi Baduy menyarankan kami untuk melanjutkan perjalanan ke Ujung Kulon karena menurut temannya ombak disana tenang dan laut jernih, sangat cocok untuk menyelam.

Spot paling asik buat nikmatin sunset

Akhirnya kami pun memutuskan untuk berangkat ke Ujung Kulon malam itu, karena merasa sudah cukup puas menikmati alam bawah laut Tanjung Lesung. Kami pun berpamitan dengan Om Rocky dan teman-teman di Beach Club.

Walaupun masuk gratis, tapi kami tetap harus mengeluarkan uang lebih untuk makanan kami. Karena hanya untuk sepiring Nasi Goreng saja dihargai sebesar 50.000 rupiah di Restoran Beach Club. Hahaha!

See you at another deep blue sea :)

Advertisements