Dia, manusia tanpa mimpi. Yang melalui derap kehidupan hanya dengan menyerahkan diri pada hembusan angin.

Tidak ada arah yang dia tuju, dia tidak memiliki tujuan. Kecuali arah angin yang selalu membawanya terbang mengarungi nusantara.

Hingga pada suatu ketika, dia bermimpi untuk tinggal dalam keabadian di hamparan bunga tiup yang penuh ketidakpastian.

Tidak ada yang bisa memastikan hamparan bunga itu akan selalu indah secara utuh atau tiba-tiba lenyap tertiup angin.

Terhembus angin, angin dimana dia selalu bergantung.

Dia menggantungkan mimpinya tinggi-tinggi, dan menaruh tekad untuk menggapai mimpinya dalam-dalam di dasar hatinya.

Si manusia tanpa mimpi, kini memiliki mimpi.

Tanpa sadar, dia menjatuhkan harapan pada ketidakpastian.

 

Advertisements