Salatiga!

Huah~ Setelah perjalanan panjang berjam-jam melewati jalanan Pantura yang jelek parah, akhirnya saya dan Babang sampai jugadi kota ini. Hmm, badan rasanya terasa mulai letih. Ketika melewati jalan di Lingkar Salatiga, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak di salah satu warung disana sambil menikmati temaram senja yang mulai turun di sebelah barat.

Setelah bingung memilih tempat diantara sederetan warung di Lingkar Salatiga yang serupa, akhirnya kami menemukan satu warung dengan pemandangan yang cantik. Kami duduk di tempat dengan pemandangan hamparan sawah hijau yang menyejukkan, diiringi hembusan angin dan lembayung senja sore itu. Karena perut masih kenyang, kami hanya memesan minuman dan jagung bakar sebagai teman melepas senja petang itu.

Terima kasih sudah menemani kami! :)

Katanya, Lingkar Salatiga ini jadi tempat gaulnya anak-anak Salatiga. Mungkin kalau di Bandung semacam di Caringin Tilu, namun untuk menuju Lingkar Salatiga ini tidak memerlukan perjalanan yang menanjak seperti ke Cartil. Lingkar Salatiga merupakan jalan besar yang menjadi penghubung Kota Salatiga ke arah barat luar kota. Tidak terlalu ramai jalanan sore itu, sehingga suasana sore itu cukup tenang.

Kedai-kedai yang ada disini dibangun dari bambu, dibentuk seperti rumah panggung yang berbatasan langsung dengan persawahan. Semakin memberikan damai di suasana sore senja itu. Tempat ini cocok untuk sekedar melepas penat, bersantai bersama teman-teman, atau berbagi kata dalam secangkir kopi dan jagung bakar.

Suasana asri yang menemani kami

Advertisements