Dataran Tinggi Dieng terkenal dengan hawanya yang sejuk serta keindahan alamnya yang luar biasa indah. Letaknya yang berada di ketinggian diatas 2000 meter diatas permukaan laut, membuat desa tertinggi di Pulau Jawa kerap kali nampak seperti ada diatas awan. Peninggalan sejarah di zaman keemasan Hindu-Budha pun ada disini. Tak heran jika Dieng seringkali disebut sebagai Negeri Para Dewa, mengingat kata Dieng sendiri adalah berasal dari kata DI Hyang.

Untuk mencapai daerah ini dengan transportasi umum sangatlah mudah. Cukup mengambil bis ke arah Wonosobo, lalu dilanjutkan dengan bis kecil dari Wonosobo ke Dieng dengan tarif Rp. 10.000,-. Untuk tarif bis ke Wonosobo dari Ibukota sendiri sangatlah terjangkau, cukup dengan Rp. 80.000,- Anda sudah bisa mendapatkan fasilitas bis kelas eksekutif. Terdapat beragai macam perusahaan bis, seperti Sinar Jaya, Budiman, dan lain sebagainya. Bis ke arah Wonosobo biasanya berangkat jam 18.00 setiap harinya, dan terdapat di terminal bis antar kota yang ada di Jakarta. Perjalanan malam menuju Wonsobo selama sekitar 10 jam, lebih baik kita manfaatkan untuk beristirahat.

Banyak pilihan penginapan berupa homestay di Dieng, mulai dari 50.000 per kamar semalam hingga 300.000, tergantung fasilitas yang kita pilih. Untuk mendapatkan kenyamanan failitas kamar mandi dalam dengan air panas, cukup membayar kamar dengan harga mulai dari 150.000 semalam. Disediakan pula Anglo, tungku perapian penghangat tubuh khas Dieng di setiap penginapan.

Banyak sekali objek wisata yang bisa dikunjungi disini, berikut beberapa objek wisata yang biasa dikunjungi wisatawan disini.

Telaga Warna

Danau yang dapat berubah-ubah warnanya tergantung cuaca ini merupakan salah satu bjek wisata utama di Dieng. Danau ini engandung kadar belerang yang sangat tinggi. Di area danau ini juga terdapat Telaga Pengilon yang artinya cermin, dimana mistosnya jika kita berkaca di telaga ini kita akan melihat cerminan hati kita. Di areal ini juga terdapat beberapa goa yang masih sering dipakai untuk bertapa, seperti Goa Semar, Goa Mundilsari, dan lain sebagainya. Jika kita ingin melihat Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari ketinggian, kita bisa sedikit trekking sekitar 15 menit melewati perkebunan warga untuk menuju Batu Ratapan Angin. Untuk memasuki kawasan Telaga Warna ini kita perlu membayar tiket masuk sebesar Rp. 10.000,-.

Candi Arjuna


Candi Arjuna merupakan Candi Hindu tertua di Indonesia. Terdapat beberapa candi di komplek Candi Arjuna ini yang masih sering dipakai untuk ritual oleh masyarakat sekitar ataupun Umat Hindu yang ingin beribadah kesini. Areal ini juga merupakan areal utama dalam melakukan ritual pemotongan rambut anak gimbal yang rutin dilakukan setiap pertengahan tahun dalam Dieng Culture Festival. Anak Gimbal dipercaya merupakan keturunan para Dewa, gimbal yang tumbuh di rambut mereka tumbuh secara tiba-tiba dan bukan merupakan turunan genetik. Dalam ritual pemotongan rambut gimbal ini, orang tuanya harus memenuhi permintaan si anak. Sayangnya, Anak Gimbal sekarang ini sudah sangat jarang keberadaannya di Dieng.

Kawah Sikidang


Kawah yang masih aktif ini memiliki keunikan tersendiri. Pusat semburan kawahnya tidak pernah sama karena sering berpindah-pindah, dan tidak dapat diprediksi kapan dan ke titik mana berpindahnya. Maka dari itu kawah ini diberi nama Sikidang, yang seperti Kijang yang melompat-lompat.

Dieng Plateau Teater

Disini kita bisa menyaksikan pemutaran film tentang sejarah Negeri Para Dewa ini. Dengan membayar tiket seharga Rp. 5.000,- kita bisa menikmati film tentang Dieng di dalam ruangan yang dibentuk seperti bioskop. Kita juga bisa menonton film sambil menikmati gorengan khas Dieng yang dijajakan diluar teater, seperti Kentang Goreng, Jamur Crispy, Bayam Goreng, dan lain sebagainya.

Gunung Sikunir


Gunung ini merupakan objek wisata yang wajib dikunjungi saat ke Dieng. Jika Anda sering melihat foto orang-orang saat matahari terbit di Dieng, disinilah tempatnya. Memang kita harus bangun lebih pagi untuk menuju kesini, tapi keindahan yang disuguhkan membuatnya terbayar. Tidak perlu khawatir mendaki terlalu tinggi, karena untuk menuju Puncak Sikunir dari Desa sembungan hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Setelah menikmati terbitnya fajar diantara pegunungan Jawa Tengah dari puncak Gunung Sikunir, kita bisa menikmati keindahan Telaga Cebong yang berada di Desa Sembungan yang berada di areal awal pendakian. Telaga ini disebut Telaga Cebong karena bentuknya yang seperti Kecebong jika dilihat dari atas.

Selain wisata alamnya yang indah, untuk Anda yang menyukai kuliner bisa memuaskan lidah dan perut Anda disini. Cobalah Mie Ongklok dan Tempe Kemul yang merupakan khas Dieng. Anda juga bisa membawa pulang manisan Carica dan minuman Purwaceng khas Dieng untuk dijadikan oleh-oleh.

Advertisements