Bulan Ramadhan tiba. Sebelum berangkat berkelana dua bulan yang lalu pun saya sudah mengiyakan janji untuk diam di rumah dan tidak pergi kemanapun selama bulan puasa. Alhamdulillah janji itu terpenuhi, lagipula saya sedang sangat menikmati berada di rumah. Setelah cukup lama meninggalkan rumah rasanya sangat nyaman bersantai di rumah dan tidak beranjak terlalu banyak keluar rumah.

Saya pikir juga di ramadhan ini saya akan ‘puasa’ perjalanan. Tapi ternyata saya salah, raga saya diam tapi jiwa saya berkelana. Pikiran saya menjelajahi ruang-ruang memori yang tersimpan acak, membawanya kembali bersama tarikan nafas dan menghembusnya pada masa yang akan datang. Pada masa yang diharapkan tercipta.

Tubuh saya bergetar, saat semua rasa kembali saya rasakan. Haru, tegang, bahagia, ambisi, emosi, dan segala macam rasa yang menjadikannya satu. Saya kembali terhenyak dan menyesali beberapa perilaku yang pernah saya lakukan dengan berpikir belakangan. Mimpi-mimpi yang telah terlupakan beserta semangat yang telah lama terkubur kembali bangkit.

Saya merasa mulai hidup kembali.

Akhirnya saya sadar, yang membuat manusia terus bergerak maju adalah mimpi. Mimpi dari visi-visi yang tajam, dengan pandangan teguh tanpa angkuh. Tujuan dalam hidup adalah sumber kekuatan yang membuat kita tidak akan pernah lupa dan berdiam. Sesuatu yang harus diraih, tanpa lelah, dengan cara apapun selama itu benar.

Syukur pun berkali-kali terucap, ketika kenangan pahit yang telah terlewati terhempas, dan banyak kenangan indah yang telah terlewati. Ancang-ancang langkah baru pun kembali terangkar. Walau belum tau bagaimana caranya, manusia akan selalu butuh mimpi, saya membutuhkannya. Untuk tetap berlari dan tidak berjalan di tempat.

Angan harus tetap membuat kita terbang melayang setinggi langit, tapi kaki ini harus tetap berpijak pada bumi.

Perjalanan selalu membuat saya tetap bisa membumi, menyadari posisi saya dan meredam segala keangkuhan yang memaksa muncul.

Saya akan terus pergi, melakukan perjalanan. Saya akan terus bergerak. Walau mungkin raga ini tetap di tempat, tapi asa dan hasrat saya tidak akan berhenti berkelana.

Advertisements