Diam terkadang menenangkan saat kamu sedang lelah.
Tapi diam juga bisa jadi belenggu saat kamu sedang ingin melaju.

Diam bagiku membuatku berhenti.
Pikiranku seketika menjadi dangkal, karena dunia yang kulihat pada saat aku diam hanyalah terpampang dari satu sudut.
Tanpa memberikanku kesempatan melihat dari sudut lain.
Didukung pula oleh opini setempat yang sependapat.

Aku butuh perbedaan.
Aku butuh pergerakkan.
Aku butuh berkembang.

Diam kupilih saat aku pikir bisa menjadi salah satu jalan untuk berbakti.
Tapi justru diam meruntuhkan banyak kasih yang terbangun.
Diam hanya bisa mengoyak rasa dan mengutus asa.

Diam hanya bisa membelenggu.
Mebuat langkah semakin tertatih.
Mengaburkan arah dan tujuan.

Bagiku..

Tapi, terkadang pula..
Kita hanya perlu diam dan mengikuti arus serta arah angin untuk tau kemana harus menuju.
Tapi untuk bisa terbawa kita harus tetap melangkah.

Setidaknya satu langkah, atau mungkin hanya sedikit seretan pergerakkan.
Walau gontai.
Walau ragu.
Walau lelah.

Kekhawatiran tidak akan pernah membawamu kemanapun.

Advertisements