Bulan Maret 2014, aku dapet kabar kalau aku diterima jadi relawan di Frankfurt Zoological Society (FZS) di Jambi. Aku bakal bantu di Tim Elephant Conservation & Conflict Mitigation Unit (ECCMU) sebagai Community Affair Officer (CAO) selama tiga bulan. Tapi sayangnya waktu itu aku sudah punya rencana untuk pergi menyambangi Raja Ampat yang tersohor itu di Bulan Mei. Akhirnya aku tolak tawaran menarik itu dan dapat pesan, kalau aku sudah punya waktu luang aku bisa menghubungi mereka lagi.

Juli 2014 aku coba kontak mereka lagi, tapi ngga ada jawaban.

September 2014, sepulang dari Argopuro aku langsung pergi ke Belitung untuk mengikuti rangkaian acara Tour De Beltim dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur. Hari kedua disana, aku dihubungi FZS lagi dan ditawari kesempatan yang sama, dan program akan langsung dimulai di awal Oktober yang mana hanya berjarak seminggu lagi.

Sepulang dari Belitung, aku harus menjalani Medical Check Up terlebih dahulu. Setelah hasil cek keluar, barulah FZS memesankan aku tiket pesawat di tanggal 7 Oktober 2014.

Seperti perjalananku yang lain, sebelum bearngkat adalah waktu yang super hectic, karena aku terbiasa berkemas hanya beberapa jam sebelum keberangkatan. Sehari sebelum keberangkatan aku harus pergi dulu untuk membuat kacamata, karena kacamataku hilang secara misterius di kasur kamar. Iya, di kasur kamar dan sama sekali ngga tau dimana jejaknya. Lalu membayar pajak STNK Jojo yang habis di bulan oktober, setelah itu pergi menemui temanku. Aku juga harus ke kosan temanku untuk meminjam handphone, karena katanya disana susah sinyal jadi aku harus mempersiapkan satu provider lagi sedangkan handphone kecilku sudah rusak. Selain handphone, ternyata temanku ini meminjamkan aku kameranya juga. Alhamdulillah, hehe. Pulang ke rumah jam setengah 12 malam. Aku langsung melakukan final packing, sebelum berangkat jam 3 subuh nanti.

Aku sempat resah, bagaimana kalau disana nanti aku ngga betah? Gimana kalau aku lagi takut tidur sendiri, siapa yang menemani? Gimana kalau orang-orangnya ngga asik? Gimana kalau ngga nyaman? Gimana kalau kangen orang-orang yang biasa ada di kehidupan keseharianku? Gimana kalau kangen aktivitas kumpul bareng temen-temen disini? Banyak kegelisahan yang membuatku resah, tapi aku yakin semuanya akan baik-baik saja.

Ya, aku mau dan harus melakukan ini. Bandung sudah sangat terlalu nyaman untuk aku tinggali. Membuatku terlalu terbuai dan menjadikanku sangat malas dan cepat puas, aku butuh tantangan hidup yang baru. Aku butuh bergerak, dan ini adalah kesempatanku untuk menuju sesuatu yang lebih besar untuk aku dapatkan.

Aku berjanji pada diriku sendiri, selama disana setiap hari aku akan mencoba menulis pengalamanku disana. Agar semuanya terekam dengan baik, walaupun malas aku harus menulis setiap hari. Semoga terealisasi. :D

Bismillahirrahmanirrahim. :)

Advertisements