Cirebon memang cukup terkenal dengan beraneka sajian kulinernya. Salah satunya penganannya yang paling terkenal dan menurut saya yang paling bikin ketagihan dan selalu dirindukan, Tahu Gejrot. Penganan yang di sajikan dalam wadah cobek kecil ini selalu berhasil mengggoyang lidah saya. Bagaimana tidak, pedas dan gurih dalam satu porsi kecil selalu berhasil meningkatkan selera makan hingga lahap, bahkan tidak jarang orang-orang menjadi kalap dengan memesan porsi tambahan.

Tahu Gejrot biasa dijajakan dengan bakul pikulan, tahunya menggunakan tahu yang serupa Tahu Sumedang tapi agak sedikit berbeda karena tahu yang digunakan dalam Tahu Gejrot lebih kosong dan tidak berisi dibandingkan dengan Tahu Sumedang. Untuk bumbu kuahnya dibuat dari gula merah, garam, gula, serta ulekan cabe rawit beserta bawang merah dan bawang putih. Perpaduan bumbunya inilah yang bisa bikin merem melek, terlebih jika kita memesan Tahu Gejrot dengan tingkat kepedasan yang cukup tinggi.

Tahu Gejrot disajikan dengan disiapkan langsung. Ketika ada yang memesan, tahu dipotong-potong dan cabe rawit beserta bawang merah dan bawang putih diulek terlebih dahulu. Kita bisa memilih berapa cabe rawit yang ingin dimasukkan ke dalam bumbu, sesuai selera yang nantinya akan berpengaruh pada kepedasan Tahu Gejrot. Bumbu-bumbu itu diulek bersama kuah Tahu Gejrot yang biasanya telah disiapkan dalam botol. Sehingga lebih praktis dan tinggal membanjurnya dari dalam botol, suara kuah yang keluar dari botol inilah yang menjadi latar belakang kenapa kuliner ini dinamai Tahu Gejrot, karena seperti bersuara gejrot.

Biasanya Tahu Gejrot dijual dengan harga Rp. 5.000,00 – Rp. 10.000,00 tergantung tempat dan kualitas. Beruntungnya, saat ini untuk menikmati Tahu Gejrot kita tidak perlu bersusah payah untuk berkunjung terlebih dahulu ke Cirebon. Kini telah banyak yang menjajakan Tahu Gejrot di tiap kota di seluruh Indonesia. Contohnya di Kota Bandung ini, tempat dimana saya berdomisili. Apa kalian juga penikmat Tahu Gejrot juga sama seperti saya? :D

Advertisements