Aku terhenyak.

Termenung

Meratapi diriku sendiri.

Aku telah berubah menjadi seseorang yang aku benci.

Aku tidak pernah merencanakan ini, akibat dari kebodohanmu ini, aku hanya pernah mendoakan agar kamu tahu rasanya nanti.

Tapi, aku tidak pernah memenangkan apa-apa.

Dari awal aku telah kalah.

Dari ketika kamu dipenuhi amarah dan dendam.

Dan kini aku semakin terpuruk.

Aku tidak bisa bangkit.

Aku hanya terlarut dalam egoku sendiri yang membekukan hatiku sendiri.

Kini aku mati rasa, benar-benar mati rasa.

Menangis pun aku tidak bisa, bahkan sakit pun sudah tidak terasa.

Advertisements