Hal baik apa yang sudah kamulakukan minggu ini? Lalu hal baik apa yang akan kamu lakukan minggu depan?

Saat itu saya cukup merasa tertindas dengan hujaman tanya dan nyata. Tapi hari ini saya mencoba bergerak, menjawab pertanyaan yang telah mendarat di hadapan muka saya sepekan yang lalu.

Selain untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya merasa memang harus segera menyelesaikan hal ini. Menyelesaikan tanggungan yang telah diamanahkan kepada saya, selain karena sebentar lagi tenggat waktunya akan tiba, saya juga merasa hal ini harus diselesaikan sesegera mungkin.

Bandung hari ini sangat cerah, bahkan terbilang sangat terik. Saya melaju ke suat arah, tanpa tahu lokasi pasti tempat yang saya tuju. Yah namanya juga pencarian yang mengandalkan investigasi, jadi tidak selamanya data yang saya punya menjanjikan kepastian bagi saya. Sampai akhirnya mata saya terhenti pada suatu tempat, saya berhenti. Tidak ada yang istimewa di tempat ini, semua berjalan lancar dan cepat. Lalu dari tepat itu saya diarahkan ke tempat sebelahnya. Setelah selesai di tempat tersebut saya pun langsung beranjak ke tempat disampingnya.

Di tempat ini pun semua berjalan lancar, memang tidak cepat karena banyak hal menarik yang terus mencuat untuk diperbincangkan. Sampai akhirnya saya terdiam ketika beliau yang menjadi lawam bicara saya sedari tadi berkata, “Saya juga pernah berhenti, Neng. Gara-gara rugi, terus cape ngejalaninnya. Tapi yang namanya tukang rongsok, eh orang-orang teh dateng lagi dateng lagi bawa rongsokan ke saya.”

Saya juga sering bertanya pada diri saya sendiri, kenapa tawaran kesempatan yang datang selalu saja di ranah dunia maya? Iya, saya suka. Tapi saya lebih suka lagi pekerjaan yang langsung bergerak di dunia nyata. Bukan hanya berdiam dibalik layar dan berkelana selama terus menerus di dunia maya! Tapi entahlah, mungkin memang karena saya pernah mencicip ranah kerja itu jadi tawaran yang terus berdatangan baik skala kecil hingga skala besar terus saja di ranah tersebut. Mungkin juga apa yang saya anggap tidak pas untuk saya adalah yang terbaik bagi saya, karena itu tawaran itu tetap saja berdatangan. Entahlah. Pernah juga saya mendengar pernyataan, berhati-hatilah dengan bidang pekerjaan yang pertama kali kamu tekuni.

Mungkin saya telah terjebak. Entahlah.

Lalu hari yang cerah ini membawa saya pada malam dibawah bulan sabit. Menaungi pertukaran kata yang terjadi diantara petak berukuran 3×1 meter. Kadang saya merasa lucu, bagaimana bisa sesuatu yang bermakna bisa terjadi tanpa diduga. Siapa yang menyangka diantara peluh dan letih, diantara ruang yang terasa sempit, diantara waktu yang hanya memberi luang selama sekitar sepuluh detik, diantara skema yang telah dirancang untuk terjadi, sesuatu yang tak terduga bisa bergulir tanpa sebab. Tanpa direncanakan, tanpa direkayasa.

Hidup seringkali terasa lucu. Bisa jadi kita tidak menyukai tragedi yang baru saja kita alami, tapi seringkali alur hidup selanjutnya membawa kita keada kebahagiaan yang belum pernah kita rasakan sebelumnya, ataupun yang tidak pernah kita sangka akan terjadi. Bagaimana setelah pilu, hidup seringkali membawa kita kepada haru, yang menciptakan rasa syukur yang terus menderu.

Setiap waktu dan hal yang kita alami memang selalu memberikan kita pelajaran, bahkan bisa mengubah kita menjadi manusia yang semakin lebih baik. Begitupun pada setiap pertemuan, selalu ada perpisahan setelah perjumpaan. Tapi yang terjadi diantaranya seringkali bermakna dan memiliki pesan semesta untuk menempa kita menjadi jauh lebih kuat lagi di hari esok.

Seringkali kita dipertanyakan akan rencana untuk mencapai tujuan hidup kita. Tapi seringkali juga kita terjebak, pada ribuan tanya yang mengharuskan kita hanya untuk diam dan berubah menjadi air. Mengalir. Mungkin.

Advertisements