Akhirnya ada waktu juga buat nulis! Haaaaaaaa maafkan aku Bebas Sampah ID dan seluruh jajaran detektif yang lain. T_T

Penyelidikan kali ini merupakan pengungkapan kasus misterius. Saya diberi tujuh alamat untuk diinvestigasi, melihat nama-nama daerahnya saya sih sebenarnya cukup familiar. Tapi ketika ditelaah lebih jauh, mayoritas alamatnya hanya bertuliskan “Jl. Gedebage Selatan, Desa Cisaranten Kidul”, udah gitu aja. Iya, gitu aja. Ngga ada keterangan lanjutan nomor alamat atau RT/RW gitu. Oke baiklah, ini kan tugas detektif untuk mengungkap kasus misterius persampahanKota Bandung ini. :D

Penelusuran saya mulai dengan mencari lokasi pasti Gedebage Selatan melalui Google Maps, ternyata saya hanya perlu mengarah ke Gedebage lalu mengambil ke arah yang berseberangan dengan Jl. Rumah Sakit di perempatan Soekarno-Hatta. Meluncurlah saya siang itu, tanpa tentu arah. Oiya, sebelumnya saya juga sudah mencoba untuk mengontak beberapa nomor telepon yang tercantum, namun tidak ada yang menyahut. Jadi saya putuskan untuk langsung datang saja dan bertanya-tanya di daerah sana.

Saya ulai memasuki Jalan Gedebage Selatan, namun belum tampak tumpukan-tumpukan sampah yang perlu diselidiki. Sampai akhirnya setelah berjalan sejauh 500 meter dari Kantor BKSDA Jawa Barat mata saya tertarik pada satu tempat yang bertuliskan, “Menerima besi tua.” Saya pun berhenti dan memasuki tempat tersebut.

Ketika saya memasuki tempat yang seperti gudang dan dipenuhi besi-besi tua itu, saya langsung bertemu dengan Pak Dadi. Pak Dadi adalah pegawai dari CV Firdan yang dikelola oleh Pak Wawan, beliaulah yang menjadi narasumber pertama saya siang itu. Ternyata memang Pak Dadi pun tidak mengetahui pasti alamat tempat tersebut, beliau hanya mengetahui bahwa tempat itu berada di Jl. Rancabolang Gedebage, tidak kurang dan tidak lebih. Pantas saja data yang saya dapatkan tidak lengkap, karena memang orang-orang sekitar situ tidak mengetahui pasti penomoran bangunan-bangunan yang berjajar di Jalan Gedebage Selatan itu.

CV Firdan ini mengelola rongsokan-rongsokan besi bekas. Mereka menerima besi bekas dalam kondisi apapun, baik dalam kondisi baik maupun kurang baik. Mereka juga menerima besi bekas dengan sistem dropping point ataupun pick up point, jadi jika ada yang ingin menjual besi bekas CV Firdan siap menjemput di alamat yang sudah dijanjikan. Tempat ini juga beroperasi setiap hari dari jam 07.00 pagi sampai jam 17.00 sore, jadi jika ada yang ingin membuang besi bekasnya bisa langsung menghubungi CV Firdan ini di nomor 081321060848.

Untuk harga yang ditawarkan, CV Firdan akan membeli Besi AS1 dengan harga Rp.2.500,- per kilogram dan Besi AS2 dengan harga Rp.2.500,- per kilogramnya, sedangkan untuk tembaga dibeli dengan harga Rp. 50.000,- per kilogramnya. Selain ditukar dengan uang, bisa juga ditukar dengan barang rongsok lain yang sudah ada sebelumnya di garasi CV Firdan. Dari pandangan saya, barang rongsok lainnya tersedia dalam bentuk lemari, meja, dan perabotan rongsok lainnya. Menurut penuturan Pak Dadi, besi-besi rongsok yang ditumpuk di garasi ini selanjutnya akan dikirim ke daerah Pulo Gadung di Jakarta untuk nantinya dilebur dan diolah kembali menjadi biji besi yang baru.

Setelah selesai berbincang dengan Pak Dadi, saya pun menanyakan kepada beliau dimana lagi saya bisa menemukan tempat pengumpulan sampah seperti yang ada disini. Lalu beliau memberitahu saya bahwa disamping CV Firdan ini juga merupakan tempat pengelolaan sampah, namun hanya sampah plastik. Aha! Saya langsung sumringah mendengarnya, ternyata tumpukan si jahat plastik ada tidak jauh dari sini. Marimkita lanjutkan penyelidikan!

Advertisements