Tingginya penggunaan media sosial instagram saat ini memiliki banyak dampak bagi anak muda Indonesia. Melalui instagram, banyak yang bisa berbagi pengalaman melalui foto-foto indah dalam ukuran 1:1 serta bisa berjejaring dan membangun komunitas yang cukup kuat ikatannya. Terutama pada influensi untuk berkegiatan di alam bebas, dengan marakya foto-foto indah dari berbagai penjuru Indonesia yang dengan mudah dibagikan dan diakses oleh siapa saja.

Kegiatan di alam bebas kini pun semakin marak digeluti oleh berbagai kalangan anak muda Indonesia. Mudahnya akses informasi terhadap destinasi yang akan dituju, membuat minat serta tingkat aktivitas di alam bebas semakin meningkat pesat. Namun seringkali berkegiatan tidak diimbangi dengan dasar pengetahuan dan kesadaran akan kondisi serta resiko yang dapat dialami saat berkegiatan di alam bebas.

Dengan dilatari oleh kedua fenomena diatas, maka tergeraklah Torean untuk membendungnya dalam Instameet Wilderness. Instameet yang merupakan kopi darat, atau pertemuan instagramers di dunia nyata, sudah sering dilakukan oleh komunitas-komunitas yang berbasis instagram. Namun kebanyakan instameet yang diadakan merupakan sebuah kegiatan mencari foto bersama-sama untuk diunggah di instagram dengan tema-tema tertentu, serta kegiatannya hanya berlangsung selama beberapa jam saja. Kali ini Torean ingin mencoba mencari muara dari dua fenomena yang sedang melanda anak muda masa kini, dengan mengadakan instameet yang memiliki alur kegiatan di alam bebas yang memiliki durasi waktu yang cukup panjang.

Instameet Wilderness yang diadakan di Gunung Papandayan ini, tidak hanya menjadi wadah untuk para instagramers bertemu dan hunting foto bersama-sama. Dalam kesempatan kali ini Torean bekerja sama dengan Imosa Atma Persada serta Pustaka Tropis Wanadri mengagendakan sebuah kegiatan yang mengedukasi, sehingga setelah rangkaian acara ini berakhir akan menghasilkan pegiat-pegiat alam bebas yang memiliki dasar pengetahuan untuk berkegiatan di alam bebas yang cukup memadai.

Berlangsung pada 6-7 Juni 2015, 35 peserta berkumpul di Gunung Papandayan dan melakukan pendakian bersama. Setelah sekitar 3 jam melewati jalur kawah dan lembahan yang memliki tekstur tanah sulfur yang khas dari gunung vulkanik, tibalah para peserta di Pondok Salada yang akan menjadi tempat berkemah dan berlangsungnya acara Instameet Wilderness.

Acara pertama diisi oleh Iqbal El-Mubaraq dari Ikatan Dokter Muda Indonesia, yang memaparkan tentang basic safety procedure pendakian. Beliau memaparkan tentang serba serbi tentang penanganan pertama pada gawat darurat saat sedang berada di alam bebas, merekomendasikan obat-obatan serta alat medis yang wajib dibawa saat pendakian, juga saran serta masukan untuk keselamatan pada saat pendakian.

Setelah itu ada pemaparan tentang konservasi Gunung Papandayan dari Mang Ipin dan Agung. Mang Ipin merupakan warga yang tinggal di sekitar Gunung Papandayan, mata pencahariannya menjadi tukang ojeg, namun sudah bertahun-tahun beliau tanpa henti menanami Gunung Papandayan dengan pohon-pohon agar tetap memeberikan sumber air yang cukup. Tidak heran jika Mang Ipin mendapatkan penghargaan Kalpataru tahun ini. Selain itu ada pemaparan mengenai kondisi satwa-satwa liar dilindungi yang ada di Gunung Papandayan oleh Agung, seorang biologis dari ITB. Agung menunjukkan foto-foto berbagai macam satwa liar dilndungi yang didapatnya dari camera trap yang dipasang di jalur-jalur tertentu. Hampir punahnya satwa liar disini pun diakibatkan oleh tidak dibatasinya kunjungan wisata dan areal yang boleh dimasuki, sehingga banyak satwa-satwa liar yang bergeser dan semakin kehilangan habitatnya.

Selanjutnya acara diisi oleh Meizal Rossi dan Ghaghah, yang membahas tentang seluk beluk fotografi. Bagaimana teknik-teknik fotografi, hingga bagaimana pengaplikasiannya di instagram. Lalu ada Noerhoeda yang telah menjejaki 7 puncak gunung tertinggi di dunia, dan Tim Aksa 7 yang sedang mendokumentasi pendakian menuju 7 gunung tertinggi di Indonesia yang akan ditanyangkan di layar lebar dalam bentuk film dokumenter. Selain materi-materi edukatif yang disampaikan, Instameet Wilderness juga dimeriahkan oleh alunan musik syahdu dari Serambi Langit yang semakin mengakrabkan suasana di tengah dingginnya udara Gunung Papandayan.

Diharapkan dengan adanya Instameet Wilderness ini dapat memberikan dasar-dasar pengetahuan tentang pentingnya mengetahui dan memahami prosedur keamanan dan keselamatan saat berkegiatan di alam bebas. Dari peserta-peserta yang merupakan pengguna aktif instagram,diharapkan pula dapat menyebarkan pengetahuan tersebut melalui komunitasnya masing-masing, serta dapat menstimulus komunitas-komunitas lain mengagendakn kegiatan yang serupa. Kegiatan menikmati alam bebas namu tetap aman dengan pengatahuan yang memadai.

Torean sendiri merupakan penyedia produk berpetualangn yang menyajikan model-model terkini, namun tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengguna saat berkegiatan di alam bebas. Torean memiliki misi untuk mengedukasi para petualang muda untuk memperhatikan keamanan saat pendakian dengan penggunaan pakaian-pakaian yang sesuai. Sehingga resiko-resiko yang ada saat berkegiatan di alam bebas dapat diminimalisir.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Torean, dapat mengunjungi laman www.torean.co atau instagram di akun @torean.co

Β 

Β 

Oleh: Aghnia Fasza

Photo: Awangga Kusumah

Advertisements