Aku benci nyamuk-nyamuk malam ini.

Mereka seperti mewujud serupa kamu. Menggigit-gigit dan meletupkan rindu-rindu yang membuat gatal-gatal di sekujur tubuh.

Aku benci nyamuk-nyamuk malam ini.

Mereka serupa suaramu. Mengiung-ngiung tanpa kenal waktu, bahkan rasanya percuma aku menutup telingaku rapat-rapat.

Aku benci nyamuk-nyamuk malam ini.

Aromanya hanya kembali membawaku pada malam-malam penuh bara rasa, yang mendidihkan aliran darah di urat nadi.

Aku benci nyamuk-nyamuk malam ini.

Mereka terus menyadarkanku, bahwa aku sedang menepuk-nepuk udara seorang diri.

Aku benci nyamuk-nyamuk malam ini!

 

 

 

Bandung, 10 Juli 2015

 

 

Foto diambil di Puncak Bintang oleh Awangga Kusumah

Advertisements