Tags

Jangan bunuh aku! Aku mohon, jangan bunuh aku.

Aku mungkin tidak pernah hadir di setiap kali kamu membutuhkanku. Aku tahu, aku sadar akan keegoisanku. Tapi aku tetap memohon padamu, di setiap kali aku muncul tiba-tiba, tolong jangan padamkan aku.

Mungkin tiba-tiba saja aku berkelumit diantara diammu, atau aku melintas mengejutkan saat kamu berkendara, atau mungkin juga riak-riakku berteriak di tengah kebisingan kota yang kamu jejakki. Tapi setiap kali aku muncul, itu memang waktuku hadir kembali.

Di setiap debar yang mengguncangmu, di setiap pilu pengkhianatanmu, di setiap riang harimu, di setiap hambar duniamu. Sadarilah, ada aku disitu.

Aku selalu ada. Aku tidak pernah menghilang. Aku hanya tertidur. Aku tidak pernah mati setiap kali kamu membunuhku, tapi aku kesulitan bangkit kembali jika kamu menghunusku terus menerus.

Maka, jangan bunuh aku.

Biarkan aku mengembang, menjadikanmu gila. Meliarkan rasa-rasa yang menggetarkan. Menjadikan banyak ketidakmungkinan menjadi nyata. Biarkan aku mengalir, deras maupun setetes demi setetes. Izinkan aku bisa berjalan berdampingan denganmu.

 

Walau mungkin aku mengganggu peluh-peluhmu dalam menyambung hidup. Atau menyentakmu ketika kamu sedang menikmati bincang hangatmu dengan seseorang yang baru saja kamu temui. Aku ingin terus ada, jangan bunuh aku!

Aku bukan pilihan, suka tidak suka aku akan selalu ada. Hanya masalah waktu, iya, hanya perkara waktu. Perjudian waktu yang menjadikan keberadaanku timbul tenggelam.

Tapi yakinilah, kita satu. Dan aku ada, untuk keseimbanganmu. Kedamaian, serta jalanmu menuju keabadian.

Dari aku yang bersedia hadir di setiap hembus nafasmu.

Advertisements